Monday, 31 December 2012

fiksi

       

memories


        waktu berjalan begitu cepat seakan tidak menyisakan sedikit untuk ku agar bisa beristirahat meregangkan dan melepaskan sebentar saja semua penat dan beban yang terus terpikul dipundak.

"satu tahun lagi terlewati, tanpa mu .. "

         kembali ku menatap foto usang yang selalu setia menemami dipenghujung tahun ku. Seperti sebelumnya mataku langsung tertuju pada sosok bocah laki-laki yang sedang tersenyum lebar dipojok kiri foto. Dengan jumper bergambar mickey mouse hitam membungkus tubuh kurusnya, jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V pada sisi kanan wajah bulat yang selalu berhasil membuatku tertawa kecil setiap melihatnya. rambut semi coklatnya terlihat berantakan tertiup angin dengan kedua mata bulatnya membentuk huruf n ketika senyum lebar memenuhi wajahnya membuat pipi tembemnya ikut terangkat menenggelamkan kedua matanya. kembali tawa renyahnya terngiang ditelingaku, meninggalkan melodi yang membuatku tanpa sadar selalu ingin melantunkannya, menirukan irama yang dibuatnya.

"how are you there?"  

       tanpa sadar aku mengucapkannya sambil memegang lembut wajah lucunya pada foto yang sudah berwarna kekuningan itu. sambil berusaha menerka seperti apa bocah kecil itu saat ini, diusia nya yang ke 22th. Aku merasakan sesak memenuhi dadaku, merasakan ada susuatu yang mencubit dan kemudian menariknya keluar ketika membayangkannya kesempatan yang tidak mungkin lagi aku dapatkan itu. sakit, ya hanya kata itu yang mampu mendeskripsikan apa yang aku rasakan, namun enatah mengapa sulit bagiku untuk menangis dan meluapkannya keluar, penyesalan yang kurasakan.

         Entah sampai kapan aku akan melakukan rutinitas ini, rutinitas yang aku sendiri selalu berusaha menerka kapan kebosanan akan datang, menyadarkan dan membawaku kembali ke realita. namun bagiku melihat senyum lugunya ialah suatu hiburan tersendiri, selain perasaan sakit, aku merasakan adanya semangat baru yang menjalari tubuhku setiap aku melihatnya. hanya melihat refleksi dirinya dari potongan kertas yang sudah renta

        sudah tahun keberapa ini semenjak kepergianmu? banyak hal yang berubah semenjak hari itu. hari dimana aku tidak punya kesempatan lagi untuk melihatmu secaranya nyata. hari dimana aku tidak bisa lagi membuatmu bertahan. hari dimana kita dipaksa untuk menyerah dan menyudahi perjalanan ini. namun satu yang aku yakin belum berubah sejak hari itu, tempatmu disini, di....




        

Monday, 10 December 2012

serendipity

Ditengah menikmati pergerakan TL sosial media malam ini, membaca, menafsirkan dan mencari tahu apa yang sedang terjadi melalui tulisan mereka.. perhatianku tertuju pada salah satu post yang ditulis oleh seorang teman..


"Semua orang tau rasanya jatuh cinta. Tapi, ga semua orang tau gimana caranya mencintai orang yang itu-itu aja selama hidupnya." 
-@cindyokthavia-

baiklah.. mungkin aku sendiri tidak bisa menafsirkan secara gamblang apa itu cinta. aku juga tidak bisa jika diminta mendeskripsikan apalagi mendefinisikan cinta itu sendiri. atau bahkan mungkin belum pernah merasakannya?. aku sendiri tidak tahu jawaban atas semua pertanyaan yang baru saja kupikirkan.
namun satu yang bisa aku rasakan, yaitu perasaan menyesal dan perasaan kehilangan yang mendalam ketika aku merasa seseorang yang berarti bagiku pergi. banyak orang yang mengatakan "kamu akan merasa kehilangan setelah itu semua pergi", ada juga yang mengatakan "kamu baru akan menyesalinya setelah semuanya terlambat". yaaa.. satu yang bisa aku katakan dari banyak pendapat yang orang sampaikan, sepertinya aku merasakannya.

sejujurnya sebuah tanda tanya besar muncul ketika aku membaca post temanku yang berpendapat tentang cinta. apakah sebegitu sulitnya untuk mencintai orang yang sama dalam waktu yang lama ? apakah sebegitu besar cobaan yang harus dilewati untuk mempertahankan perasaan kita agar tetap bertahan pada orang yang sama ?  bagaimana caranya menumbuhkan cinta berulang kali pada orang yang sama ?. aku memang tidak memiliki banyak pengalaman apapun tentang sesuatu yang bernama cinta dan mencintai. bisa dikatakan pengalamaku tentang itu pada orang lain terhitung sedikit sekali. namun yang aku tahu adalah menunggu sesuatu yang tidak pasti, kecil kemingkinannya atau bahkan bisa dikatakan tidak mungkin terjadi, pernah aku rasakan. mempercayai sesuatu yang tipis sekali jika dijadikan sebuah realita menunggu sebuah jawaban dari pertanyaan yang terus menggantung, namun aku percaya dan memilih meyakininya.  hingga realita itu sendiri datang menghampiriku dan membukakan pikiranku akan sesuatu yang tidak terpikirkan olehku sebelumnya. menyadarkanku akan waktu yang selama ini terbuang tanpa aku bisa belajar ataupun menemukan jawaban atas pertanyaanku selama ini. kamu mungkin memang bukan jawaban yang bisa menjawab semua pertanyaan yang selama ini menghampiriku. tapi kamu adalah sebuah kunci yang membukakan sebuah lembaran baru dari perjalananku. aku sadar mungkin ini berlebihan.. mungkin ini terkesan konyol ataupun tidak penting dimatamu. tapi bagiku ini adalah sebuah babak baru yang bisa kujalani. keyakinan yang kamu tumbuhkan membuatku berani untuk menjalaninya, walaupun pada akhirnya perjalanan ini pun tidak seindah bayangan yang ada dalam pikiranku. pikiranku terlalu membumbung tinggi tanpa memikirkan resiko yang aku tanggung jika suatu hari aku harus menapak lagi. tanpa memikirkan apa yang akan terjadi jika perjalanan baru ini tidak sesuai dengan rencana awal yang sudah kususun.   

mungkin aku adalah makhluk perasa, kolot, kaku dan membosankan dimatamu. aku sadar dan menyesalinya. namun apa yang bisa aku lakukan sekarang ? tidak ada kan..

hampir 3 tahun lamanya dari kegagalan sebuah perjalanan yang tidak sempat terealisasikan itu.. yang berarti hampir 3 tahun juga kamu keluar masuk pikiranku tanpa alasan yang aku sendiri tidak tahu pastinya. bahkan aku tidak bisa untuk mengeluarkannya dan menunjukkannya, yang aku bisa hanyalah diam dan menyimpannya sendiri seperti sebelumnya. 

aku mungkin tidak bisa menjelaskan perasaan apa yang aku rasakan (lagi) kali ini.. tapi yang aku tahu adalah aku kembali pada titik awal perjalananku lagi, seperti awal kali bertemu denganmu. namun kali ini pertanyaan itu adalah kamu.


"aku mungkin tidak tahu bagaimana merasakan cinta atau memaknainya, tapi yang aku tau adalah menanti dan memikirkan orang yang sama dalam waktu yang lama"

- apakah itu bisa dikatakan cinta ? -