memories
waktu berjalan begitu cepat seakan tidak menyisakan sedikit untuk ku agar bisa beristirahat meregangkan dan melepaskan sebentar saja semua penat dan beban yang terus terpikul dipundak.
"satu tahun lagi terlewati, tanpa mu .. "
kembali ku menatap foto usang yang selalu setia menemami dipenghujung tahun ku. Seperti sebelumnya mataku langsung tertuju pada sosok bocah laki-laki yang sedang tersenyum lebar dipojok kiri foto. Dengan jumper bergambar mickey mouse hitam membungkus tubuh kurusnya, jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V pada sisi kanan wajah bulat yang selalu berhasil membuatku tertawa kecil setiap melihatnya. rambut semi coklatnya terlihat berantakan tertiup angin dengan kedua mata bulatnya membentuk huruf n ketika senyum lebar memenuhi wajahnya membuat pipi tembemnya ikut terangkat menenggelamkan kedua matanya. kembali tawa renyahnya terngiang ditelingaku, meninggalkan melodi yang membuatku tanpa sadar selalu ingin melantunkannya, menirukan irama yang dibuatnya.
"how are you there?"
tanpa sadar aku mengucapkannya sambil memegang lembut wajah lucunya pada foto yang sudah berwarna kekuningan itu. sambil berusaha menerka seperti apa bocah kecil itu saat ini, diusia nya yang ke 22th. Aku merasakan sesak memenuhi dadaku, merasakan ada susuatu yang mencubit dan kemudian menariknya keluar ketika membayangkannya kesempatan yang tidak mungkin lagi aku dapatkan itu. sakit, ya hanya kata itu yang mampu mendeskripsikan apa yang aku rasakan, namun enatah mengapa sulit bagiku untuk menangis dan meluapkannya keluar, penyesalan yang kurasakan.
Entah sampai kapan aku akan melakukan rutinitas ini, rutinitas yang aku sendiri selalu berusaha menerka kapan kebosanan akan datang, menyadarkan dan membawaku kembali ke realita. namun bagiku melihat senyum lugunya ialah suatu hiburan tersendiri, selain perasaan sakit, aku merasakan adanya semangat baru yang menjalari tubuhku setiap aku melihatnya. hanya melihat refleksi dirinya dari potongan kertas yang sudah renta
sudah tahun keberapa ini semenjak kepergianmu? banyak hal yang berubah semenjak hari itu. hari dimana aku tidak punya kesempatan lagi untuk melihatmu secaranya nyata. hari dimana aku tidak bisa lagi membuatmu bertahan. hari dimana kita dipaksa untuk menyerah dan menyudahi perjalanan ini. namun satu yang aku yakin belum berubah sejak hari itu, tempatmu disini, di....


